by

Kader Bela Negara Harus Peka dengan Kondisi Lingkungan

-Nasional-172 views

Monasnews.com, Cisarua – Kebijakan bebas visa yang telah diberlakukan pemerintah Indonesia telah membawa Indonesia menjadi negara terbuka terhadap para pendatang dari mancanegara.

Pada saat bersamaan, pemerintah juga telah menerapkan kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang berarti Indonesia juga menjadi tempat bagi para pencari kerja dari sesama anggota Asean.

Selain manfaat ekonomi dan terjadinya pertukaran budaya, dampak negatif yang dibawa tentu juga harus diperhatikan. Salah satu yaitu adanya kemungkinan Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan keamanan yang ditumbulkan dari masuknya teroris di Indonesia.

Karena itu, guna memberikan informasi kepada warga ibukota, Kesbangpol DKI Jakarta menggelar kegiatan “Pemantapan Kader Bela Negara Angkatan 13 Tahun 2015” di di hotel Mega Mendung, Cisarua (23/9/2019).

Dalam sambutan pembukaanya mewakili Kepala Bakesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si yang berhalangan hadir, Kabid Bidang Idewasbang, Drs. Asyik Noorhilmani, M.Si mengatakan, Bela Negara merupakan sebuah semangat berani berkorban demi tanah air, baik harta bahkan nyawa sekalipun berani dikorbankan demi keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia.

Asyik menjelaskan, dewasa ini ancaman saat ini telah bergeser bentuknya, dari ancaman senjata menjadi ancaman kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, kelangkaan lapangan kerja, tindakan kesewenang-wenangan pengusaha, kriminalitas, sara,  terorisme, perdagangan narkotika atau obat terlarang.

Kesbangpol DKI Jakarta mengharapkan agar para Kader Bela Negara peduli dengan semua aneka ancaman itu. “Semua ancaman itu bisa merusak masa depan generasi muda karena itu anda didatangkan ke sini untuk ikut serta membela  negara,” tegasnya.

Asyik menambahkan, jika tidak dicarikan solusi ancaman itu maka bisa berakibat disintegrasi yang sangat serius bagi Indonesia dan akan berbahaya terhadap kelangsungan NKRI.

Karena itu, untuk mencegah terjadinya disintegrasi yang terus-menerus maka harus dilakukan suatu tindakan yang konkrit. Salah satu bentuk nyata dalam mewujudkan tekad warga negara adalah dengan melaksanakan sosialisasi dan bela negara, di mana implikasi bela negara dalam kehidupan sehari-hari mulai dari diri sendiri seperti  dimulai dari lingkup keluarga yaitu lingkup yang paling kecil dalamnya kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, dalam laporan kegiatannya, Kasubdit Bela Negara, Rahmat Hidayat S.Sos mengatakan kegiatan ini diamksudkan untuk memberikan pemahaman dan memantapkan cinta tanah air dan bangsa dan negara serta upaya bela negara sehingga setiap warga negara memahami kewajiban bela negara dan dapat merealisasikan peran Bela negaranya.

Adapun tujuannya, yaitu diharapkan adanya peningkatan pemahaman para pengurus dan anggota organisasi kemasyarakatan sebagai calon kader bela negara dan bagian dari sistem pertahanan negara sekaligus sebagai landasan berpikir bersikap dan bertindak dan lambat kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Rahmat mengatakan, peserta kegiatan ini berjumlah 200 orang terdiri dari

Universitas Islam Negeri Jakarta 25 orang, Universitas Ibnu Khaldun 25 orang, Pemuda Muhammadiyah ranting Kemayoran 25 orang, ormas Bang Japar 25 orang, Himpaudi 25 orang, Ikatan Guru TK (IGTK), Alumni Kader Bela Negara 25 orang, dan PPJ 25 orang.

Sejumlah pembicara dihadirkan guna memperkaya pemahaman peserta.

Sesi pertama, Kepala Kanwil Kementerian Pertahanan DKI Jakarta, Brigjen TNI Andarias Pong Bija, berbicara tentang ”Antisipasi Ancaman dan Gangguan terhadap NKRI dan Memantapkan Semangat Persatuan dan Kesatuan Bbangsa.”

Sesi kedua, pemerhati kebangsaan, Dr. Bambang Sugiyono, SH., M.Si, mengulas yaitu “Esensi dan Urgensi Bela Negara dalam Perspektif Pemerintahan Daerah.”

Sesi ketiga, yaitu, senior HR consultant Forza, Giri susilohadi JP,SS,MM,CRMO, DR (Cantik) membahas tentang “Membangun Jiwa Kepemimpinan dalam rangka Mewujudkan Semangat Bela Negara.”

Sesi keempat, yaitu 4,  HR consultant Forza, Warsito Nardiwoyono,S,Kom,MM,

Mengulas soal “Nilai Bela Negara dalam Kehidupan Bermasyarakat.”  

Sesi kelima, 5, Fasilitator Forza, Agus ST, berbicara soal “Dinamika Bela Negara dalam rangka Memantapkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa serta NKRI.” Agus ST( fasilitator Forza)

Sesi keenam, Korbit Cyber dan Data Bin Provinsi DKI Jakarta, Drs. Agus Suyitno M.Si bahas soal “Mewaspadai Radikalisme dan Paham serta Aliran yang Menyimpang dari Ideologi Pancasila di Media Sosial.”  

Penulis: Endi

Editor: Zulfikri

News Feed