by

Paska Temuan Minatranporter, INFISA Tertarik Kerjasama dengan Tim Pengwas FMIPA UI

-Ekbis-61 views

Jakarta – Indonesian Fisherman Association (INFISA) mengapresiasi temuan yang dihasilkan oleh Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) yang berhasil menciptakan alat minatransporter yang dapat menjaga kesegaran dan daya tahan ikan untuk didistribusikan ke luar daerah.

“Penemuan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pendapatan petani dan nelayan. INFISA tentu berterimakasih atas temuan Tim Pengabdian Masyarakat FMIPA UI dan kami bermaksud untuk menggalang kerjasama pendistribusian teknologi ini kepada binaan nelayan kami di Pantura,” ujar Sekjen INFISA Jamaluddin Suryahadikusima diwawancarai melalui selular, Rabu (7/8/2019)

Menurut Jamal, binaan petani INFISA ada yang di laut menangkap hasil ikan dari laut baik ikan konsumsi maupun ikan hias. Untuk ikan hias tentu teknologi Minatransporter ini diharapkan berguna. Selain itu, juga ada para petani ikan yang ada di darat. Karena itu INFISA bermaksud untuk mengadakan silaturahmi dengan TIM FMIPA UI guna kerjasama lebih lanjut.

Sebelumnya, seperti diberitakan media,  Ketua Tim Pengmas Retno Lestari dalam keterangan tertulisnya, Rabu menjelaskan Kecamatan Sumur Pandeglang, Banten merupakan daerah yang memiliki potensi hasil budidaya perikanan yang tinggi.

Namun, permasalahan yang terjadi pada nelayan mereka masih melakukan pendistribusian ikan dengan metode konvensional yang bersifat tertutup. Cara tersebut hanya mempertahankan hidup ikan selama 3 jam pendistribusian.

Akibatnya, ikan yang akan sampai ke pasaran mengalami penurunan kualitas sehingga mengurangi harga jual. Maka dari itu kami rasa perlu pengimplementasian IPTEKS untuk memberikan solusi bagi nelayan agar dapat meningkatkan kualitas ikan melalui perbaikan pendistribusiannya.

Minatransporter merupakan pelet hasil formulasi yang dapat menyediakan oksigen cadangan dan suplai nutrisi di dalam tempat penyimpanan ikan sehingga dapat digunakan untuk memperpanjang masa hidup ikan selama didistribusikan ke pasaran terutama di luar daerah Kabupaten Pandeglang.

“Nilai jual ikan diharapkan tetap tinggi karena kondisi ikan yang masih segar dan sehat,” katanya.

Hasil produk minatransporter sebelum diberikan ke nelayan lokal dilakukan uji coba terlebih dahulu. Salah satu percobaan dilakukan terhadap ikan mas dengan rute perjalanan Jakarta menuju Pandeglang.

Hasil uji coba mendapatkan hasil yang memuaskan karena ikan dapat bertahan lebih dari 12 jam. Artinya, minatransporter diharapkan dapat mempertahankan hidup ikan hingga 4 kali lebih baik dari metode konvensional.

“Dengan program minatransporter ini diharapkan mampu membantu masyarakat nelayan Kecamatan Sumur terkait dengan pendistribusian hasil budidaya ikan. Lebih jauh, program ini akan turut serta mendukung dalam pengembangan kawasan bahari (minapolitan) yang ditetapkan oleh Pemerintah,” ujarnya. (Zul)

News Feed