by

Sejumlah Aktivis Pertanyakan Penggunaan Dana KPK

-Nasional-42 views

Tim Pembela Kedaulatan Rakyat (TPKR) menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka melaporkan dugaan penyelewengan anggaran dana Pemilu 2019 di KPU, Jumat (21/6).

Ketua Tim Investigasi TPKR, Andriyanto melampirkan sejumlah dokumen dan alat bukti dugaan penyelewengan anggaran dana pemilu 2019 tersebut kepada Pengaduan Masyarakat KPK.

“Anggaran pemilu berasal dari APBN, kuntabilitas penggunaan harus terang benderang dan dipertanggungjawabkan pembuktian penggunaan anggarannya,” kata Andriyanto seperti dilansir Kantor Berita RMOL.

Dijelaskannya, anggaran Pemilu 2019 mencapai angka hampir Rp 11 triliun. Namun jika dilihat rincian penggunaan anggaran tersebut, maka akan terlihat sejumlah kejanggalan.

Antara lain, katanya, pengadaan alat komputer untuk kebutuhan IT yang hanya berkisar Rp35 miliar.

“Selebihnya anggaran tersebut untuk hal apa dan dilakukan tender pengadaanya gimana?” tanya Andriyanto .

Hal senada juga diungkapkan Tim Investigasi TPKR Herman Tohari. Menurutnya, APBN untuk anggaran pemilu yang didapatkan dari pajak rakyat itu masih minim honorarium bagi petugas KPPS.

“Honorarium PPK, PPS dan KPPS serta biaya-biaya pengadaan untuk TPS, pembuktian pembayarannya dilakukan oleh siapa? Dalam bentuk setoran pajak apa dan berjumlah berapa,” ujar Herman. rmollampung.com

News Feed