by

Ketua KPPS Tarutung Bunuh Diri Diduga Masalah Ekonomi

Ketua KPPS Tarutung Luhut Ferry Parsaoran Aritonang bunuh diri diduga masalah ekonomi.

KETUA Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 3 Desa Parbubu 1, Kecamatan Tarutung,Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatra Utara, bernama Luhut Ferry Parsaoran Aritonang, 43 ditemukan sudah membusuk di tengah hutan Tombak Sirambe, di Desa Parbubu I, Kecamatan, Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu (11/5).

Kasubbid Penmas Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan kepada wartawan Minggu (12/5) di Medan menyampaikan, jenazah korban berhasil ditemukan, setelah selama 5 hari ia tak pulang ke rumahnya. Nainggolan menyebutkan, sebelum ditemukan, warga dan petugas terlebih dahulu mencium bau busuk dengan jarak sekitar 10 meter di Hutan Tombak. Warga juga menemukan adanya jejak sandal.

“Kemudian warga mengikuti jejak tersebut dan mendapati mayat korban dengan posisi badan sudah busuk,” jelasnya.

MP Nainggolan menyebutkan, saat ditemukan posisi korban dalam keadaan telungkup miring dengan leher terikat baju miliknya dan simpul tali terikat ke pohon. Lalu penemuan itu dilaporkan ke warga perkampungan yang jaraknya sekitar kurang lebih 500 meter.

“Setelah ditemukan, petugas kita di sana langsung melakukan olah TKP,” terangnya.

Istri korban, Namaida Br. Situmorang, 41 kepada polisi mengatakan bahwa pada Senin (6/5) sekitar pukul 15.00 WIB, suaminya pamitan kepadanya. Namun ia tidak memberitahu hendak pergi kemana.

“Jadi keesokan harinya, korban tak pulang ke rumah. Sehingga istri korban memberitahukannya kepada warga. Istri korban mengatakan tidak bertengkar dengan suaminya. Dan setahu dia, suaminya tidak pernah melakukan tindak pidana ataupun masalah hutang piutang,” jelasnya.

Hanya saja, lanjut MP Nainggolan, korban mengeluh masalah perekonomian. Istrinya sempat mencari korban ke tempat keluarga terdekat atau ke warung langganannya. Namun korban tak ditemukan.

“Penjelasan istri korban bahwa korban kemungkinan memikirkan masalah perekonomian. Jadi meninggalnya karena bunuh diri, dan tidak ada
hubungannya dengan KPPS dan Pemilu,” ucapnya.

Atas peristiwa itu, MP Nainggolan menambahkan, keluarga dan istri korban tidak keberatan atas meninggalnya korban. Keluarga korban menduga kuat, kalau korban melakukan bunuh diri karena memikirkan masalah ekonomi.

“Istri dan keluarga korban sudah melihat langsung bahwa korban bunuh diri dan bersedia membuat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi. Setelah Inafis Polres cek tempat kejadian, selanjutnya korban langsung dikuburkan tidak jauh dari lokasi korban gantung diri sekitar 5 meter,” pungkasnya. (mediaindonesia.com/Safina)

News Feed